Dalam alat listrik ini terdapat elemen-elemen pemanas pada sisi kanan-kiri panggangan roti. Kawat-kawat pemanas ini dibungkus oleh pelat-pelat mika atau asbes. Sebuah pengatur suhu atau thermostat yang dapat distel akan memadamkan arus listrik bila pemanggangan roti telah selesai. Bersamaan itu sebuah mekanik akan mendorong roti terbuka ke atas.
2. Kerusakan dan Perbaikannya
a. Jenis yang digerakan dengan tangan
Langkah-langkah perbaikan atau penggantian elemen pemanas adalah sebagai berikut :
1. Bebaskan hubungan pemanggang dengan sumber arus.
2. Bongkar pemanggang roti untuk melepas elemen pemanasnya.
3. Lepaskan elemen pemanasnya.
4. Pasang elemen pemanas yang baru. Hati-hati jangan sampai kawat pipa nihkrom dan lembar mikanya rusak.
5. Sambungan kawatnya harus kuat dan tidak ada kawat terbuka yang bersinggungan dengan logam.
b. Jenis Pop Up
Bagian-bagian penting dari pemanggang roti jenis pop up antara lain :
1. Kotak yang berfungsi sebagai tempat komponen-komponen pemanggang roti.
2. Peredam untuk meredam kerja pegas pada pemanggang roti.
3. Tangkai penekan, berfungsi untuk "melemparkan" roti yang dipanggang.
4. Pembawa roti yang berfungsi membawa roti sebelum dan sesudah pemanggangan.
5. Elemen pemanas sebagai alat pembangkit panas. Elemen ini dibuat dari kawat pita nihkrom yang dililitkan pada lempengan mika yang dipres padat.
6. Pengatur waktu berfungsi untuk mengatur waktu pemanggangan.
c. Jenis Through
Kerusakan yang terjadi pada jenis through umumnya pada bagian motor listriknya. Dan sebaiknya diganti motor listriknya dengan yang baru. Masalahnya harga motor listrik ini tidak terlalu mahal.
Selain motor listriknya bagian lain yang mudah rusak adalah elemen pemanasnya. Dalam hal ini elemen pemanas harus diganti. Yaitu caranya dengan memasukkan kawat ke lubang porselin yang di tengah lalu ujung-ujung kawat dikuncikan pada isolator -isolator porselin yang terluar. Angkat kawat spiral itu dan kaitkan pada gantungan porselin bagian atas.
Tuesday, 18 October 2016
Jenis-jenis Pemanggang Roti
Pemanggang roti merupakan alat yang sangat praktis untuk memanggang roti tawar pada saat makan pagi. Dilihat dari cara kerjanya terdapat dua macam pemanggang roti yaitu pemanggang roti otomatis dan pemanggang tidak otomatis. Pemanggang roti otomatis lebih praktis sehingga lebih banyak disenangi. Pada pemanggang roti otomatis pengaliran panasnya secara otomatis. Jenisnya ada tiga macam, yaitu :
a. Jenis yang digerakkan dengan tangan
Sebagaimana alat-alat listrik dengan pemanas (elemen pemanas) lainnya kerusakan pemanggang roti juga terletak pada elemen pemanasnya. Jika elemen pemanasnya rusak ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki atau menggantinya.
b. Jenis Pop Up
Pemanggang roti jenis ini mempunyai sifat secara otomatik dapat timbul sekonyong-konyong.
Gambar 1.13 Pemanggang roti jenis pop up otomatik
c. Jenis through
Pemanggang roti jenis through menggunakan motor listrik dan mekanisme untuk menjalankan roti selama pemanggangan. Motor listrik tersebut termasuk bagian yang penting karena berfungsi sebagai penggerak utama. Bagian penting lainnya adalah elemen pemanasnya.
Hasil warna roti yang dikehendaki dapat diatur dengan mengeser tombol pengaturnya. Jika warna roti kurang sesuai dengan keinginan, alat pengatur dapat diubah kedudukannya.
Gambar 1.14 Potongan pemanggang roti otomatik jenis "through"
a. Jenis yang digerakkan dengan tangan
Sebagaimana alat-alat listrik dengan pemanas (elemen pemanas) lainnya kerusakan pemanggang roti juga terletak pada elemen pemanasnya. Jika elemen pemanasnya rusak ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki atau menggantinya.
b. Jenis Pop Up
Pemanggang roti jenis ini mempunyai sifat secara otomatik dapat timbul sekonyong-konyong.
Gambar 1.13 Pemanggang roti jenis pop up otomatik
c. Jenis through
Pemanggang roti jenis through menggunakan motor listrik dan mekanisme untuk menjalankan roti selama pemanggangan. Motor listrik tersebut termasuk bagian yang penting karena berfungsi sebagai penggerak utama. Bagian penting lainnya adalah elemen pemanasnya.
Hasil warna roti yang dikehendaki dapat diatur dengan mengeser tombol pengaturnya. Jika warna roti kurang sesuai dengan keinginan, alat pengatur dapat diubah kedudukannya.
Gambar 1.14 Potongan pemanggang roti otomatik jenis "through"
Langkah-langkah Perbaikan Setrika Listrik
Langkah-langkah Perbaikan
a. Seterika sederhana
Bongkar komponen-komponen seterika. Pelajari jenis elemen yang digunakan. Jika elemen yang digunakan dari jenis kawat pita yang dililit pada lembaran mika, ganti elemen tersebut dengan yang baru. Bersihkan dudukan elemen pemanas sebelum elemen pemanas dipasang. Cegah jangan sampai terjadi hubung singkat pada elemen pemanas. Pada seterika yang elemen pemanasnya jadi satu dengan plat seterika elemen harus diganti seluruhnya. Cincin (washer) harus dipasang di bawah sekrup pada kedudukan yang benar. Jika platnya rusak berkarat, hangus atau tergores) bersihkan dengan cara dipoles.
b. Seterika jenis menengah (dengan pengatur panas otomatis)
Hubungkan lampu tester seri dengan seterika. Putar mengatur panas dari kedudukan OFF perlahan-lahan. Jika pada kedudukan OFF lampu tester tidak padam periksa titik-titik kontak thermostat. Jika pada pemeriksaan di atas ternyata titik-titik kontaknya leleh ganti dengan thermostat yang baru. Periksa pengaturan thermostat. Jika model pemutar maka putaran ke kanan berarti menurunkan panas dan ke kiri berarti menaikkan panas.
c. Seterika listrik jenis mewah (dengan penyemprot uap)
Bongkar komponen-komponen seterika. Lepas bagian-bagian yang diperlukan. Bersihkan endapan air yang ada. Bersihkan pipa-pipa saluran. Keringkan bagian-bagian yang dibersihkan. Pasang bagian-bagian yang dibongkar.
a. Seterika sederhana
Bongkar komponen-komponen seterika. Pelajari jenis elemen yang digunakan. Jika elemen yang digunakan dari jenis kawat pita yang dililit pada lembaran mika, ganti elemen tersebut dengan yang baru. Bersihkan dudukan elemen pemanas sebelum elemen pemanas dipasang. Cegah jangan sampai terjadi hubung singkat pada elemen pemanas. Pada seterika yang elemen pemanasnya jadi satu dengan plat seterika elemen harus diganti seluruhnya. Cincin (washer) harus dipasang di bawah sekrup pada kedudukan yang benar. Jika platnya rusak berkarat, hangus atau tergores) bersihkan dengan cara dipoles.
b. Seterika jenis menengah (dengan pengatur panas otomatis)
Hubungkan lampu tester seri dengan seterika. Putar mengatur panas dari kedudukan OFF perlahan-lahan. Jika pada kedudukan OFF lampu tester tidak padam periksa titik-titik kontak thermostat. Jika pada pemeriksaan di atas ternyata titik-titik kontaknya leleh ganti dengan thermostat yang baru. Periksa pengaturan thermostat. Jika model pemutar maka putaran ke kanan berarti menurunkan panas dan ke kiri berarti menaikkan panas.
c. Seterika listrik jenis mewah (dengan penyemprot uap)
Bongkar komponen-komponen seterika. Lepas bagian-bagian yang diperlukan. Bersihkan endapan air yang ada. Bersihkan pipa-pipa saluran. Keringkan bagian-bagian yang dibersihkan. Pasang bagian-bagian yang dibongkar.
Sebab-sebab Kerusakan yang Sering Terjadi pada Seterika Listrik
Sebab-sebab Kerusakan yang Sering Terjadi pada Seterika Listrik
a. Elemen pemanas
Penyebabnya :
- Pemakaian yang berlebihan
- Pemakaian tegangannya salah
b. Kawat Penghubung
Penyebabnya :
- Kawat putus secara mekanik
- Kabel terlalu kecil sehingga sangat panas waktu digunakan.
- Usia kabel sudah terlalu tua
c. Terminal
Penyebabnya :
- Panas yang berlebihan
- Porselin tusuk kontaknya pecah
- Pegas hangus atau merenggang
d. Tusuk kontak
Penyebabnya :
- Porselin pecah
- Sambungan kabelnya putus
e. Thermostat
Penyebabnya :
- Pengaturan panas secara mendadak
a. Elemen pemanas
Penyebabnya :
- Pemakaian yang berlebihan
- Pemakaian tegangannya salah
b. Kawat Penghubung
Penyebabnya :
- Kawat putus secara mekanik
- Kabel terlalu kecil sehingga sangat panas waktu digunakan.
- Usia kabel sudah terlalu tua
c. Terminal
Penyebabnya :
- Panas yang berlebihan
- Porselin tusuk kontaknya pecah
- Pegas hangus atau merenggang
d. Tusuk kontak
Penyebabnya :
- Porselin pecah
- Sambungan kabelnya putus
e. Thermostat
Penyebabnya :
- Pengaturan panas secara mendadak
Tuesday, 23 August 2016
PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN POROS ENGKOL DAN KELENGKAPANNYA
PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN POROS ENGKOL DAN
KELENGKAPANNYA
Yang dimaksud dengan kelengkapan poros engkol
adalah torak, pena torak, cincin torak, bantalan, dan lain-lain.
Pemeriksaan dan Perbaikan Poros Engkol
Bila mesin telah dipakai beberapa lama, maka poros utama dan poros batang
penggerak akan menjadi aus. Hal yang menyebabkan keausan antara lain adalah
tekanan bidang dan bagian mesin yang banyak dikotori oleh kotoran yang tajam
selama pelumasan sehingga poros uatama dan poros batang torak menjadi
bergores-gores, benjol,tirus dan diameternya menjadi lebih kecil. Kebenjolan
pada tiap-tiap poros utama diperiksa dengan alat dial indicator. Gambar 5.1,
5.2, dan 5.3 berikut menunjukkan bagan dari poros engkol.
Gambar
5.1
Bagan
poros engkol
Gambar
5.2
Poros
engkol
Gambar
5.3
Bantalan
poros engkol
Sebelum poros engkol diperiksa keausannya maka poros engkol harus dalam
keadaan bersih, yaitu lubang-lubang minyaknya telah dibersihkan dan dihembus
dengan udara. Setelah bersih baru bagian poros yang harus dilumas dengan minyak
pelumas yang cair.
Poros engkol diletakkan pada sepasang blok V yang bersih dan permukaannya
berminyak. Putarkan poros perlahan-lahan ambil diperiksa keausan masing-masing
poros. Bagian poros yang hitam dapat dibersihkan dengan amplas khusus yang
halus sekali.
Untuk mengukur diameter poros utama dan poros batang torak digunakan alat
ukur micrometer dan dilakukan dengan hati-hati. Kelurusan lubang bantalan utama
dapat diperiksa dengan sebuah batang pemeriksa yang harus dipilih yang
ukurannya lebih kecil dari dameter lubang bantalan utama. Setelah batang
pemeriksa dipasang, putarkan batang tersebut, jika putarannya terasa berat
berarti lubangnya sudah tidak lurus lagi.
Bagian roda penerus yang diperiksa adalah bidang geseknya. Pemeriksaan
dilakukan dengan indicator jarum. Roda cincin dipasang pada roda penerus dengan
las, dibuat dan sambungan penyusutan. Sambungan penyusutan merupakan cara yang
paling sering digunakan. Lepaskan roda gigi cincin yang lama dengan cara
memanaskan roda gigi cincin lalu pukullah keluar dengan pahat dan palu.
Melepaskan roda gigi cincin dapat juga dengan mengebor bagian roda gigi dari
bagian depan roda gigi lalu potong bagian yang dibor tadi dengan pahat dan
palu. Lepaskan roda gigi cincin dari roda penerus. Pemeriksaan dan pengukuran poros engkol dapat
dilihat dalam gambar 5.4, 5.5, 5.6, dan 5.7 berikut.
Gambar
5.4
Memeriksa
kebengkokan poros engkol
Gambar
5.5
Mengukur
ruang gerak poros engkol
Gambar
5.6
Mengukur
Kelurusan Poros Engkol
Gambar
5.7
Mengukur
Diameter Bantalan Utama
Pemeriksaan dan Perbaikan Torak, Cincin Torak, dan Pena
torak
Cara mengeluarkan torak dari silinder adalah dengan minyak pelumas yang
dikeluarkan dari dalam panic minyak kemudian kepala silinder dan panic minyak
dilepas. Poros engkol diputar sehingga kedudukan torak sampai pada titik mati
bawah. Torak dan batang torak dicelupkan ke dalam larutan pembersih karbon
sampai bersih dan dikeringkan. Batang penggerak dijepit dengan catok kemudian
arang yang masih tertinggal di dalam alur cincin dibersihkan dengan alat
pembersih alur.
Diameter torak pada bagian atas di bawah celah pegas minyak dapat diukur
dengan menggunakan alat ukur micrometer seperti ditunjukkan oleh gambar 5.8
berikut. Gambar 5.9, 5.10, dan 5.11 berikut menunjukkan pemeriksaan pada celah
pegas torak. Torak yang ukurannya sudah berkurang dari ukuran semula, perlu
diganti dengan torak yang ukurannya lebih besar (over size).
Gambar
5.8
Mengukur
Torak
Gambar
5.9
Memeriksa
Celah Pegas Torak
Gambar
5.10
Memeriksa
Celah Pegas Torak pada Silinder
Gambar
5.11
Mengukur
Jarak Celah Batang Torak dan Pipi Engkol
Lakukan pengukuran pada semua torak dan bila ternyata torak tersebut
sudah berkurang dari ukuran semula, perlu diganti dengan ukuran yang lebih
besar. Bila torak sudah melebihi dari ukuran yang terbesar, silindernya harus
diganti atau diperbaiki dengan memasang tabung sisipan. Setelah perbaikan dapat
menggunakan lagi torak ukuran standar.
Sebelum melepaskan pena torak, perhatikan tanda-tanda kedudukan batang
penggerak dan toraknya seperti ditunjukkan pada gambar 5.12 berikut.
Gambar
5.12
Tanda
Pada Bagian Atas Torak dan Tanda pada Batang Penggerak
Hal ini sangat diperlukan untuk pemasangan kembali supaya tidak terbalik.
Lepaskan alat pengunci pena kemudian dorong keluar pena tersebut dengan
dripyang lunak supaya bagian ujung pena tidak rusak. Pemeriksaan dapat
dilakukan pada waktu torak masih terpasang pada batang penggeraknya. Jepit
batang penggerak dengan catok, pegang torak tersebut dengan kedua tangan
kemudian goyangkan ke atas dank e bawah antara pena dan torak natau antara pena
dan batang penggerak. Pengukuran yang lebih teliti ialah dengan mengukur
penanya dengan micrometer dan lubangnya dengan alat pengukur lubang kecil. Jika
keausan pena tersebut sudah banyak, maka pena dapat diganti dengan ukuran yang
lebih besar dan lubang busnya diganti dengan yang baru.
Gambar 5.13 menunjukkan cara memasang tutup batang penggerak sedangkan
gambar 5.14 menunjukkan cara memasukkan torak.
Gambar
5.13
Cara
Memasang Tutup Batang Penggerak
Gambar
5.14
Cara
Memasukkan Torak
PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN BLOK MOTOR DAN KEPALA SILINDER
PEMERIKSAAN DAN PERBAIKAN BLOK MOTOR DAN
KEPALA SILINDER
Blok motor dan kepala silinder merupakan komponen utama motor sehingga
pada bab 4 ini akan diterangkan bagaimana cara mengukur kerataan blok motor dan
kepala silinder serta pemeriksaan kerataan pada blok silinder dan kepala
silinder.
4.1
Kepala Silinder
Kepala silinder merupakan bagian dari motor yang berfungsi sebagai
penutup silinder dan merupakan bagian dari dinding ruang bakar. Pada kepala
silinder terdapat lengan pengungkit dan porosnya, pipa-pipa saluran masuk dan
buang, kabel-kabel busi dan businya (pada motor bensin), pipa saluran minyak
bakar serta injektor. Gambar 4.1 berikut menunjukkan kepala silinder.
Gambar
4.1
Kepala
Silinder
Cara-cara untuk memeriksa dan
memperbaiki kepala silinder adalah sebagai berikut :
1.
Membongkar kepala silinder dengan cara :
a.
lepaskan tutup kepala silinder dengan jalan melepas
knoknya terlebih dahulu
b.
kendorkan mur pengikat knalpot dan pipa pemasukan udara
dengan merata. Agar tidak terjadi momen bengkok pada baut, gunakan kunci pas
atau kunci ring, kemudian lepaskan mur-mur dan selanjutnya melepaskan knalpot
dari kepala silinder
c.
lepaskan mur-mur atau baut-baut pengikat pipa pendingin
kemudian lepaskan hubungan pipa pendingin dengan kepala silinder
d.
lepaskan baut pengikat pada pipa pelumas dengan kunci
pas kemudian lepaskan pipa pelumas dari hubungannya dengan instalasi pada
kepala silinder
e.
lepaskan hubungan pipa bahan bakar dengan injektor
f.
kendorkan semua mur pengikat kepala silinder dengan
merata agar tidak terjadi kejutan pada bahan kepala silinder. Gunakan kunci pas
atau kunci ring yang tersedia kemudian lepaskan mur satu per satu. Setelah mur
pengikat dilepaskan maka kepala silinder itu digoyang-goyang agar dapat
terlepas dari blok motornya. Jika ternyata masih melekat dengan blok motornya
maka tariklah kepala silinder itu ke atas dengan dua buah baut pengangkat yang
tersedia kemudian pukullah bagian samping kepala silinder dengan palu lunak
(plastic/kayu/karet). Jagalah agar alas dari kepala silinder yang rata itu
jangan rusak kena benda yang tajam.
g.
letakkan kepala silinder itu pada tempat yang lunak,
rata dan juh dari bahan yang dapat menimbulkan karat (seperti air, asam, dan
lain-lain) atau diletakkan di tempat untuk dikerjakan lebih lanjut.
h.
lepaskan mur-mur pengikat injektor
i.
lepaskan injektor dari kepala silinder dengan alat
khusus yang tersedia untuk motor tersebut. Pada motor diesel yang baru selesai
bekerja biasanya terdapat kerak-kerak pada ujung injektor yang membuat hubungan
erat dengan kepala silinder.
j.
lepaskan mur/baut braket dan poros pengungkit dari kepala
silinder
k.
angkatlah satu unit instalasi poros pengungkit dari
kepala silinder
l.
lepaskan mur/baut penahan dari poros pengungkit
kemudian satu persatu, dilepaskan ring pelat, pengungkit, braket, dan pegas
dari susunan instalasi poros pengungkit.
m.
lepaskan mur kemudian baut penyetel dari pengungkit
n.
pasanglah kepala silinder pada alat pemegang. Jika
tidak tersedia kepala silinder tersebut dapat diletakkan miring pada bangku
kerja yang rata, halus dan tidak dapat menggores. Pasanglah alat pelepas katup
pada tempatnya, tekanlah pegas katup dengan alat tersebut sehingga bus penjepit
terlepas dari piringan pegas.
o.
kendorkan penekan pegas perlahan-lahan agar pegas dan
piringan pegas tidak melompat dan tidak menimbulkan kecelakaan. Setelah pegas
tidak bekerja maka ambillah piring pegas kemudian baru melepaskan katup. Untuk
menjaga agar tidak terjadi saling tukar tempat maka berilah tanda pada tiap
katup sesuai dengan tempatnya semula. Hal ini dilakukan agar kita dapat
mengetahui data tiap kepala silinder untuk memudahkan pekerjaan selanjutnya.
p.
lepaskan semua sumbatan air pendingin pada kepala
silinder. Hal ini dilakukan terakhir untuk menjaga agar bagian-bagian yang
kecil tidak masuk ke dalam ruang pendingin.
q.
perhatikan tempat dari bagian-bagian tersebut, jika
perlu berilah tanda agar tidak tertukar tempat. Berilah tempat yang aman agar
tidak terganggu misalnya dalam bak seng dan diletakkan di atas rak.
r.
untuk bus katup, dudukan katup dan bus untuk injektor
tidak selalu dibongkar pada tiap kali membongkar motor karena alat ini dapat
diperiksa pada tempatnya tanpa melepasnya dari kepala silinder.
Melepaskan kepala silinder sebuah motor bensin atau
motor diesel sebaiknya dilakukan setelah motor itu dingin setelah dijalankan.
Melepas dalam keadaan panas akan mengakibatkan melengkungnya kepala silinder
karena pendinginan secara tiba-tiba. Bagian yang melekat pada kepala silinder
harus dilepaskan terlebih dahulu seperti tuas ungkit dan porosnya (untuk katup
kepala), pipa-pipa saluran masuk dan buang, kabel-kabel busi dan businya (untuk
motor bensin), pipa-pipa saluran minyak bakar dan injektor (untuk motor
diesel).
2.
Pemeriksaan kepala silinder
Pemeriksaan atau perbaikan kepala silinder dilakukan dengan cara berikut
ini :
a.
Periksa kelengkungan permukaan gasket pada kepala
silinder
Pemeriksaan
kelengkungan permukaan kepala silinder dilakukan dengan cara sebagai berikut :
-
lihat apakah kepala silinder ada yang rusak atau pecah
secara visual atau dengan alat detector lainnya. Jika ternyata retak atau
pecah, perbaiki bila memungkinkan atau ganti dengan kepala silinder yang baru
-
pasangkan pengukur kerataan kepala silinder pada
permukaan kepala silinder. Periksa kerataan permukaan kepala silinder dengan
bantuan pengukur celah (pelat ukr). Jika haisl pengukuran kelengkungan ini
lebih dari batas yang diijinkan maka perbaiki dengan gerinda.
b.
Periksa klep dari kemungkinan aus atau rusak
-
Periksa dan perbaiki dudukan katup (klep) terhadap
kerusakan dan periksa juga lebar dudukan katup
c.
Periksa panjang bebas, tegangan dan kesiku-sikuan
setiap katup
d.
Periksa celah minyak antara lengan penghantar katup dan
poros penghantar katup
e.
Periksa keausan poros kam/nok.
4.2
Blok Motor
Blok silinder adalah bagian utama sebuah motor, di mana pada blok
silinder ini terpasang torak/piston beserta kelengkapannya dan susukan poros
engkol beserta kelengkapannya. Gambar 4.2 berikut menunjukkan salah satu blok
silinder motor 2 silinder dengan bagian-bagiannya.
Untuk memeriksa gangguan-gangguan pada blok silinder dilakukan
pemeriksaan terhadap blok silinder dan silinder torak.
Gambar
4.2
Blok
Silinder Motor 2 Silinder
4.2.1
Pemeriksaan Gangguan pada Blok Silinder
Langkah pertama adalah melepaskan kepala silinder kemudian membersihkan
bagian-bagian yang akan diperiksa. Periksa seluruh bagian blok secara visual
kemudian periksa kehalusan dan kerataan permukaan blok diperiksa dengan sebuah
mistar baja dan pelat ukur. Jika keausan melebihi batas yang ditentukan maka
permukaan blok tersebut harus diratakan kembali dengan digerinda.
Menggerinda permukaan blok tidak boleh terlalu tebal karenan akan
mengubah perbandingan kompresi dan mengganggu kerja dari bagian-bagian mesin
lainnya, setelah permukaan digerinda, pemakaian paking/gasket kepala silinder
harus dipilih yang lebih tebal.
Bersihkan blok silinder baik-baik dan periksalah kemungkinan retak,
periksa juga permukaan gasket dari kekasaran dan takikan. Meneliti keretakan
kecil dengan mata agak sukar tetapi bila perlu dapat dipergunakan alat sistem magnet.
Jika blok silinder retak maka blok silinder harus diganti.
Periksalah kerataan permukaan blok silinder seperti memeriksa kepala
silinder. Jika melengkungnya (distorsi) melebihi 0,15 mm maka gerindalah
oermukaannya atau blok silindernya diganti.
Periksa lubang silinder apakah kelonjongannya tidak menurut ukuran atau
keausan yang tirus dengan alat pengukur. Ukurlah lubang tiap-tiap silinder [ada
bagian atas dan bagian bawah di mana alat tersebut ditempatkan dua kali yaitu
pertma tegak lurus dan kedua sejajar dengan garis tengah blok silinder. Jika
keausan kurang dari 0,2 mm, hilangkan puncaknya (diameter terkecil) dengan alat
pemotong dan pakailah torak ukuran standar yang limitnya tinggi.
Silinder-silinder yang goresannya dalam, terbakar, dan bagian luarnya
berukuran terlalu lonjong atau terlalu aus, memerlukan pengeboran dan harus
mempergunakan torak dengan ukuran yang lebih besar. Jika sebuah silinder harus
dibor maka semua lubang silinder harus dibor dan torak ukuran lebih besar yang
baru yang harus dipergunakan.
Setelah silinder dibor dan diasah, periksalah persesuaian antara lubang
silinder dan torak dengan cara : periksalah jarak celah antara lubang silinder
dan torak dengan menggunakan pelat ukur yang tebalnya 0,03 mm sampai 0,05 mm
dan lebarnya 12 mm. Untuk memeriksanya tempatkan pelat ukur tersebut dalam
lubang silinder sehingga melewati batas langkah torak pada 90° dari
kedudukan pena torak. Balikkan torak dan masukkan ke dalam lubang silinder
sehingga ujung torak berada kira-kira 35 mm di bawah garis sejajar dengan sumbu
poros nok.
4.2.2
Pemeriksaan Gangguan pada Silinder Torak
Pertama-tama keluarkan semua torak kemudian silindernya dibersihkan.
Periksa masing-masing silinder terhadap keretakan dan goresan. Keretakan dan
goresan yang dalam dapat diperbaiki dengan memasang tabung silinder sedangkan
goresan yang tidak terlalu dalam masih dapat diperbaiki dengan jalan mengebor
kembali. Silinder perlu diperiksa terhadap letidakbulatan dan ketirusannya.
Silinder yang baik harus silindris.
Pemeriksaan keausan tersebut di atas dapat dilakukan dengan cepat dengan
menggunakan sebuah indicator jarum silinder. Perhatikanlah perubahan pembacaan
indicator tersebut.
Pemeriksaan diteruskan dengan memeriksa ketirusan silinder. Masukkan
pengukur dalam silinder ke bagian bawah silinder, tempatkan jarum pada angka
nol, tarik ke atas alat tersebut dengan perlahan-lahan. Bacalah perbedaan
penunjukkan indicator yang menunjukkan besarnya ketirusan.
Ukuran ketidakbulatan yang berlebihan menyebabkan cincin torak (pegas
torak) tidak dapat menutup silinder akibat kompresi bocor dan minyak pelumas
mesin naik ke atas. Ketirusan yang berlebihan dan ketirusan yang berlebihan
akan menyebabkan cincin torak akan terjepit di bagian bawah silinder yang
,engakibatkan cincin tersebut putus.
Silinder yang ausnya melebihi batas ukuran yang ditetapkan, dapat
diperbaiki dengan jalan memasang tabung silinder (sleeve Cylinder). Bagian atas tabung biasanya diberi penghalang
agar tabung tidak mudah terlepas sedangkan waktu memasang antara tabung dan
lubang silinder tidak boleh diberi zat perekat apapun. Untuk melancarkan perambatan
panas, setelah tabung dipasang, harus diikuti dengan pekerjaan membesarkan
lubang sesuai dengan torak yang digunakan.
Memeriksa dan Memperbaiki Sistem Pendingin Kendaraan Bermotor
SISTEM PENDINGIN
Setiap motor selalu memerlukan pendinginan mesin akibat panas pembakaran
yang tinggi. Apabila tidak ada pendingin maka komponen-komponen mesin tidak
akan mampu menahan panas yang tinggi sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada
komponen-komponen mesin. Sistem pendingin motor ada 2 macam, yaitu sistem
pendingin air dan sistem pendingin udara. Pada bab 3 ini akan dibahas tentang
kedua sistem pendingin tersebut.
Sistem Pendingin Air
Bila dibandingkan dengan sistem pendingin udara, sistem pendingin air
lebih banyak digunakan pada motor-motor, baik motor bensin, motor diesel,
maupun motor gas.
Baiklah mari kita bahas tentang sistem pendingin air ini agar memudahkan
dalam mengatasi gangguan-gangguan maupun perbaikannya.
Terlebih dahulu perlu kita ketahui beberapa kelengkapan sistem pendingin,
yaitu radiator, thermostat, kipas pendingin radiator, pompa air, selang
radiator, lubang-lubang (saluran) pendingin, dan lain-lain. Gambar 3.1 berikut
menunjukkan sirkulasi cara kerja sistem pendingin air.
Gambar 3.1
Sirkulasi Sistem Pendingin Air
Sistem pendingin yang dahulu sering dirancang dalam prinsip thermosiphon,
seperti cairan pendingin beredar karena cairan yang panas naik dan cairan yang
dingin turun. Dewasa ini banyak digunakan peredaran pompa sehingga pendinginan
menjadi lebih efektif dan jaket air, selang air, dan radiator yang memiliki
ukuran yang lebih kecil. Blok silinder, kepala silinder dan lain-lain menjadi
ringan.
Sebuah sistem pendinginan modern dengan cairannya yang beredar
sebagaimana ditunjukkan dengan panah-panah. Pompa cairan yang diputarkan oleh
sabuk V dari poros engkol untuk menjaga terjadinya peredaran. Thermostat adalah
sebuah katup yang bekerja karena panas yang membuka saluran kepada radiator
bila motor mencapai suhu kerja. Pemanasan pada suhu kerja normal terjadi secara
cepat karena hanya cairan aliran udara melalui radiator yang diperlukan ketika
mobil berjalan pada kecepatan rendah atau berhenti dengan motor tetap berputar.
Tujuan manifold adalah untuk
mengalirkan cairan yang dingin dari radiator ke bagian kepala silinder yang
terpanas seperti ruang bakar, dudukan katup dan sekitar busi. Tutup pengisi
dirancang untuk memberikan tekanan lebih yang tertentu. Pemanas bagian dalam
menggunakan sebagian kecil gas buang untuk memanaskan ruang penumpang.
Pompa cairan biasanya berupa sebuah pompa sentrifugal. Cairan mengalir ke
dalam pusat impeller menentang rumah pompa di mana pipa pengeluaran diletakkan.
Pompa sering ditempatkan dalam blok silinder dengan pengeluaran langsung ke
dalam jaket pendingin. Poros pompa berputar di kelilingi oleh bantalan peluru
yang diisi gemuk di dalam rumah pompa. Perapat antara poros pompa dan rumah
pompa terdiri dari cincin perapat. Rumah poros (hub) untuk puli dan kipas
pendingin ditekan ke poros pompa.
Pada kecepatan tinggi, kipas pendingin memerlukan pemutaran kira-kira 5 %
dari tenaga motor. Pendingin dapat mengurangi kehilangan tenaga pada kecepatan
tinggi ketika udara mengalir melalui radiator karena pendingin dirancang dengan
daun-daun kipas lentur (fleksibel). Pada motor kecepatan rendah, daun-daun
kipas membentuk sudut yang besar jadi menghasilkan aliran udara yang kuat. Jika
kecepatan motor bertambah, sudut daun kipas turun dan kebutuhan tenaga kipas
pendingin turun. Daun kipas mempunyai sudut kipas yang tidak teratur untuk
mencegah getaran kipas dan ada juga kipas pendingin yang mempunyai sudut kipas
yang diatur oleh pegas bimetal. Pegas bimetal dibuat dalam rumah poros dan
gerakan pegas menggerakkan daun-daun kipas.
Dalam rancangan yang lain, kipas kontrol secara thermostatic dan
terhubung secara magnetic pada suhu motor tertentu. Puli (1) dilengkapi dengan
sebuah electromagnet (2) yang menjadi Magnet ketika arus (pada 82°C)
dihubungkan dengan saklar thermo (3), cincin geser (4) dan kumparan magnet.
Elektromagnet akan menarik jangkar (5) yang dipasang dengan pegas pada pemegang
kipas (6) dan kipas diputarkan oleh puli. Ketika arus dihentikan oleh saklar
thermo (pada 68°C),
jangkar akan terlepas dan putaran kipas ditentukan hanya oleh angina pada saat
kendaraan meluncur dan gesekan bantalan. Kipas pendingin yang kesemuruhannya
dijalankan dengan listrik.
Bagian lain dari sistem pemdingin adalah thermostat. Thermostat terdiri
atas 2 jenis, yaitu :
a.
Thermostat Bellows
Bagian dalam bellows sebagian diisi cairan yang mempunyai titik didih
rendah. Ketika cairan dipanaskan, tekanan dibangkitkan di dalam bellows
kemudian memanjang dan membuka katup.
Gambar3.2 adalah thermostat
Bellows
Gambar 3.2
Termostat Bellows
b.
Thermostat Wax
Medium panas peka adalah wax, yaitu untuk menutupi karet membrane.
Thermostat bekerja dalam cara yang sama dengan thermostat bellows. Ketika wax
dipanaskan, volumenya bertambah sehingga katup akan membuka.Gambar 3.3 adalah
thermostat Wax.
Gambar 3.3
Thermostat Wax
Thermostat dirancang membuka pada suhu tertentu sekitar 75°C dan
akan membuka penuh setelah kenaikan suhu berikutnya sebesar 10 sampai 15°C.
Ketika motor dingin, katup thermostat (2) menutup, cairan pendingin tidak dapat
lewat saluran pengeluaran (1) ke radiator. Cairan pendingin melalui pipa bypass
(4) dan pompa cairan (6) ke pipa manifold (5). Pipa ini membagikan cairan ke
bagian yang panas dalam kepala silinder (3). Ketika cairan pendingin telah
mencapai suhu di mana thermostat akan mulai membuka hubungan ke radiator, pada
saat yang sama pipa bypass tertutup oleh katup bawah thermostat. Cairan
dipompakan ke dalam motor melalui pipa bypass. Peredaran selama bekerja dikontrol
oleh thermostat. Dengan demikian suhu motor dijaga agar berada diantara nilai
yang benar/sesuai.
Radiator dipasang kemudian cairan dibagikan ke dalam sejumlah saluran
yang dilalui oleh udara pendingin. Cairan mengalir dari motor ke dalam radiator
bagian atas, turun melalui inti radiator ke bagian bawah radiator kemudian
mengalir kembali ke dalam motor.
Radiator memiliki dua tipe utama, yaitu :
a.
Radiator tabung dan rusuk (tube dan fin)
Cairan pendingin lewat melalui tabung tipis yang dilalui oleh arus udara.
Tabung-tabung dipegang bersamaan oleh pelat-pelat tipis yang menambah bidang
pengeluaran panas.
b.
Radiator Cellular
atau Honeycomb
Radiator ini terdiri dari sejumlah pelat strip yang dihubungkan bersamaan
yang merupakan saluran cairan dan mempunyai lubang-lubang untuk lewat arus
udara.
Untuk mencegah radiator terhadap getaran, maka radiator dipasang pada
bantalan karet fleksibel dan dihubungkan dengan motor melalui pipa karet.
Sebagian besar sistem pendinginan adalah tipe tekanan lebih di mana tekanan lebih
diperoleh dengan maksud sebuah katup Bantu dalam tutup radiator. Katup membuka
ketika tekanan dalam sistem pendinginan meningkat sampai 0,2 – 1 kg/cm2.
Kelebihan tekanan dalam sistem pendinginan meningkatkan titik didih air (1170°C
pada tekanan 0,28 kg/cm2). Hal ini mengurangi bahaya hilangnya
cairan pendingin melalui pendidihan. Suhu motor dapat dijaga untuk lebih
mengefektifkan panas yang disebarkan dari radiator yang seharusnya mempunyai
perbedaan suhu yang tinggi antara cairan pendingin dan udara sekitarnya.
Kehilangan cairan pendingin disebabkan oleh pengeremen mobil yang keras atau
disebabkan oleh tenaga kinetic cairan disekat karena katup Bantu menjaga sistem
tetap tertutup. Radiator bagian atas harus dalam keadaan tertutup jika vakum
terjadi, yaitu ketika cairan pendingin menjadi dingin. Hal ini terjadi ketika
tekanan berlebih dalam sistem selama perjalanan menjadi demikian tinggi bahwa
katup bantu telah membukanya. Vakum dapat menyebabkan kerusakan radiator.
Sistem pendingin tertutup sangat banyak digunakan. Sistem pendingin yang
sebenarnya disegel dan volume ganti rugi disebabkan pengembangan dan pengerutan
cairan yang terjadi melalui sambungan ke tangkai pemuaian. Tidak ada cairan
yang hilang dan tidak perlu dipenuhi kecuali ketika sistemnya telah dibongkar.
Tutup pengisi pada tangkai pemuaian adalah sebuah tutup bantu yang memberikan sistem
pendingin suatu tekanan lebih yang tertentu. Radiator tidak memiliki tutup
pengisi, aliran cairan ditunjukkan dengan anak panah.
Kipas pendingin (2) diputarkan oleh motor listrik, diatur oleh saklar
thermo (12). Kipas pendingin hanya bekerja ketika cairan pendingin panas betul
sehingga memerlukan pendinginan.
Gambar 3.4
Radiator dengan kelengkapannya
Gambar 3.5
Bagan Pompa Air
Gambar 3.6
Termostat
Gambar
3.7
Radiator
Gambar
3.3
Posisi
thermostat panas dan dingin
Gambar
3.4
Thermostat
3.1.1
Cara pemeriksaan gangguan-gangguan pada sistem
pendingin air serta cara mengatasi gangguan dan perbaikannya
Sistem pendinginan harus selalu bersih agar dapat berfungsi dengan baik,
kerak pada sistem pendinginan akan menampung panas setempat pada
kantong-kantong air dan menyumbat bagian-bagian radiator sehingga tidak dapat
berfungsi sebagaimana mestinya. Kerak-kerak terbentuk dengan adanya
larutan-larutan pada air pendingin dan hal ini biasanya disebabkan penggunaan
air yang bersifat keras yang terdapat di daerah pedalaman.
Sistem pendingin yang kotor harus dibersihkan dengan cara-cara sebagai
berikut :
a.
Hidupkan mesin sampai sistiem pendingin menjadi hangat
b.
Matikan mesin dan ceratlah sistem pendingin
c.
Tutup kran penceratnya dan isi dengan minyak tanah
sebanyak 1/10 bagian dari isi keseluruhan sistem pendingin.
d.
Isilah sisanya dengan campuran 1 galon air dan ½ lb
(pound) soda cuci.
e.
Hidupkan mesin pada putara sedang selama ½ jam
f.
Matikan mesin cerat dan bilaslah dengan air bersih.
Bila air harus ditambahkan pada mesin yang masih panas, harus dilakukan
secara perlahan-lahan untuk menghindari ketegangan dan keretakan bagian tuangan
dari mesin yang disebabkan oleh pendinginan yang tiba-tiba.
Agar fungsi dari sistem pendinginan bekerja dengan baik, yakinkan bahwa
bahan pendingin selalu bersirkulasi pada waktu mesin hidup. Kotoran dan kerak
yang timbul dapat menghambat lancarnya sirkulasi bahan pendingin. Sirkulasi
bahan pendingin digerakkan oleh pompa air dan perbedaan temperature, oleh
karena ittu jagalah agar pompa air harus bisa bekerja dengan baik dan
bocoran-bocoran dari pompa air tidak dapat mengganggu sirkulasi dan pemakaian
bahan pendingin yang banyak.
Untuk memeriksa apakah pompa air berjalan dengan baik maka hidupkanlah
mesin dengan putaran yang sedikit diubah-ubah dan bukalah tutup radiatornya
apabila ada gelombang-gelombangn air pada lubang radiator yang menandakan bahwa
pompa air bekerja dengan baik. Sedangkan bila tidak ada gelembung, maka ada
kemungkinan pompa air tidak bekerja dengan baik sehingga harus dicari
penyebabnya .
Merupakan suatu keharusan bahwa hanya air yang bersih saja yang
dipergunakan untuk sistem pendingin, sebab sistem pendingin tidak akan berjalan
dengan baik dikarenakan adanya kotoran
yang terkumpul baik pada radiator atau pada
klep dudukan dari thermostat. Setelah beberapa saat, sistem pendingin akan menjadi
buntu atau menjadi kurang efektif karena adanya karatan–karatan dan
kotoran–kotoran. Hal ini akan dapat mengakibatkan mesin panas.
Periksalah bagian atas dan bawah dari selang radiator ,dari luar dan bila
sudah lembek atau rusak agar segera dibongkar dan diperiksa kalau perlu diganti
yang baru .
Bersihkan radiator dan mesin dari endapan-endapan yang mungkin
terkumpul baik di radiator maupun
mesinnya. Bersihkan pula sela-sela radiator bagian luar dengan menyemprotkan air yang bertekanan tak
terlalu tinggi dari arah berlawanan dengan hembusan angin dari kipas angin.
Apabila aliran udara pendingin yang melalui radiator tersumbat misalnya
akibat adanya gemuk atau kotoran yang menempel pada radiator, maka bersihkanlah
kotoran tersebut dengan menggunakan udara tekan dari kompresor. Kemudian
periksa apakah ada kebocoran melalui poros pompa karena poros pompa
terlepas/longgar dari bantalannya, jika demikian sebaiknya pompa air dilepas
untuk diperiksa dan diperbaiki lebih lanjut.
Periksa apakah tutup radiator bekerja menurut ukuran tekanan yang
semestinya. Untuk memeriksanya dapat dipakai alat pengetes sederhana yang
terdiri dari sebuah pompa tangan yang dilengkapi dengan alat pengukur tekanan
guna menguji berapa batas tekanan yang dapat dibebaskan oleh tutup tersebut.
Tutup radiator yang tidak bekerja sesuai dengan tekanan yang telah ditetapkan
dapat mengakibatkan panas yang berlebihan karena sistem pendingin akan
mengalami kehilangan air pendingin yang akan keluar melalui pipa kelebihan.
Periksa semua selang radiator dan ganti sekiranya kurang baik seperti
telah lunak atau menjadi gepeng, kadang-kadang gepengnya selang radiator
diakibatkan oleh rendahnya tekanan di dalam selang sewaktu motor berkecepatan
tinggi. Kemudian keluarkan thermostat dan periksa serta bersihkan sistem
pendinginan dengan aliran air bertekanan.
3.1.2
Cara Pemeriksaan dan perbaikan pada pompa air
Cara-cara untuk membongkar, memeriksa dan memasang pompa air antara lain
adalah sebagai berikut :
1.1 Melepaskan
pompa air
a.
Keringkan seluruh saluran pendinginan dan lepaskan
batang pengatur alternator
b.
Lepaskan kipas, puli kipas, dan tali kipas
c.
Longgarkan klem selang kemudian lepaskan selang bawah
radiator dan selang by pass dari pompa air
d.
Lepaskan baut-baut pompa air dan lepaskan pemegang
pompa air beserta gasketnya.
1.2 Membongkar
pompa air
a.
Lepaskan plat dudukan pompa air dan gasketnya
b.
Lepaskan dudukan puli pompa air dengan menggunakan puli
(puller) khusus untuk pompa air
c.
Tariklah kabel bantalan pompa dengan menggunakan tang
d.
Letakkan bodi/badan pompa air pada pelepas bantalan dan
keluarkan bantalan dari pompa, selanjutnya keluarkan rotor dan perapat poros.
1.1 Pemeriksaan
pompa air
a.
Cucilah semua bagian yang dilepaskan dengan larutan
pembersih kecuali bantalan pompa air dan perapat poros. Bantalan selamanya
dilapisi dengan minyak pelumas dan janganlah mencuci dengan larutan pembersih.
b.
Periksalah bantalan dari keadaan kasar atau ruang main
ujungnya terlalu besar. Buanglah setiap karat atau kotoran dari poros bantalan
dengan kain amiril (ampelas). Pada waktu ,e,buang karat atau kotoran tersebut
bantalan harus dibungkus dengan kain untuk mencegah mesuknya debu.
c.
Periksalah washer/perapat dan sisi perapat pompa dari
bintik-bintik putih atau goresan-goresan.
d.
Periksalah bodi/badan pompa dan rotor dari keretakan
dan keausan. Dianjurkan untuk mengganti perapat poros pompa dan gasket pada
waktu melakukan pemasangan.
1.2 Merakit
pompa air
a.
Pasanglah bantalan pompa air pada bodi pompa dengan
menggunakan pemasang bantalan pompa air dengan memberikan tekanan pada bagian
luarnya sehingga bantalan terpasang dengan sempurna.
b.
Pasanglah kabel penahan bantalan pada bodi pompa.
c.
Pasanglah dudukan puli pada bantalan poros dengan
menggunakan sebuah press.
d.
Pasanglah perapat poros pompa dan washer sisi perapat pada pengantar seal (perapat) kemudian pasang
rotor pompa pada bantalan poros dan press/tekan.
e.
Setelah pemasangan di atas, periksalah kerenggangan
antara pinggir rotor dengan badan pompa. Kerenggangan harus sebesar 3 mm sampai
7 mm.
f.
Pasanglah pelat dudukan pompa bersama gasketnya dan
kencangkan sekrupnya. Setelah pemasangan ini periksalah apakah rotor bergerak
dengan bebas atau tidak.
Dianjurkan untuk selalu mengganti gasket dengan yang
baru setelah ketegangan tali kipas antara 7 mm sampai 10 mm. Setelah pemasangan
ini, hidupkan mesin dan periksalah kemungkinan terdapat kebocoran.
1.2.1.1
Cara Pemeriksaan dan perbaikan pada radiator
Untuk mencegah uap jangan sampai keluar pada waktu memeriksa tinggi air
pendingin pada radiator, maka tutup radiator dilengkapi dengan tuas pembebas
tekanan yang memungkinkan uap keluar sebelum tutup terbuka dan tuas diangkat.
Cara-cara untuk memeriksa dan memperbaiki radiator, antara lain adalah
sebagai berikut :
1.
Melepaskan radiator dengan cara :
a.
sistem pendinginan dikeringkan
b.
longgarkan sekrup klem dan lepaskan selang radiator
atas dan bawah
c.
lepaskan baut pengikat radiator terhadap penjaminnya.
Dalam hal ini, diusahakan agar sirip bersama kipasnya tidak rusak dan radiator
dilepaskan dengan jalan ditarik lurus ke atas.
2.
Pemeriksaan dan perbaikan radiator dilakukan dengan
cara :
a.
periksalah radiator dari keadaan bocor pada tangki
atas, tangki bawah dan inti
b.
periksalah sirip inti radiator apakah menyumbat saluran
udara. Jika perlu, sirip ini dapat diperbaiki
c.
jika radiator intinya tersumbat lebih dari 20%, maka
radiatornya perlu diganti
d.
periksa kerja tutup radiator.
e.
Waktu mesin hidup apakah ada sirkulasi air
dilihat dari tutup radiator.
1.2.1.2
Cara Pemeriksaan dan perbaikan pada thermostat
Thermostat yang membuka pada waktu suhu normal harus diganti. Celupkan
thermostat ke dalam air panas sebagai pengetesan. Gerakkan air tersebut selama
pengetesan agar terdapat suhu yang sama. Thermostat masih dikatakan baik jika
mulai membuka, membuka penuh dan menutup rapat pada suhu spesifik. Tetapi jika
di luar ketentuan yang telah ditentukan, maka thermostat harus diganti. Cara
pemeriksaan thermostat adalah sebagai berikut :
1.
Isilah air ke dalam sebuah tempat/gelas.
2.
Masukkan thermostat ke dalam gelas tersebut, kemudian
panaskan air sambil diaduk agar temperature naik secara merata.
3.
Periksalah temperature pada saat membukanya katup dan
katup membuka penuh. Jika hasil pemeriksaan terdapat kerusakan, gantilah
thermostat dengan baru.
4.
Bila katup terbuka pada normal temperature atau dengan
pertimbangan melihat bagian luar yang rusak, maka gantilah dengan thermostat
yang baru.
5.
Bila bagian thermostat yang peka terhadap panas rusak
maka katup akan menutup terus.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan thermostat, antara lain
adalah :
1.
Thermostat dipasang sedemikian rupa sehingga keliling
thermostat akan duduk dengan rapat pada bodi pompa air.
2.
Pakailah selalu gasket yang baru.
1.2.2
Klasifikasi gangguan-gangguan pada sistem pendinginan
Gangguan-gangguan pada sistem pendinginan dapat dikategorikan sebagai
berikut :
1.
Air pendinginan yang tidak cukup karena pengisian yang
kurang atau ada bagian yang bocor
2.
Radiator tersumbat oleh kotoran. Hal ini dapat
diketahui bahwa ruangan atas dari radiator adalah lebih panas daripada ruangan
bawah radiator.
3.
Katup thermostat sudah rusak sehingga tidak dapat
membuka.
4.
Selang karet tertutup atau tersumbat oleh kotoran air.
5.
Pipa pembagi air dalam mantel air (jaket pendinginan)
tidak ada atau sudah rusak.
6.
Pompa air tidak dapat bekerja dengan baik atau
konstruksinya terlalu kecil
7.
Selubung air dari motor tersumbat oleh kotoran air.
8.
Pada tutup radiator tidak terdapat lubang ataupun pipa
peluapan tertutup atau tersumbat oleh kotoran-kotoran.
9.
Radiator atau sirkulasi air dalam keadaan yang membeku.
10. Hubungan
dari radiator ke motor terlalu sempit.
11. Bidang
pendinginan terlalu sempit atau ruangan jaket air terlalu kecil.
12. Rusuk/sirip
pendinginana dari radiator penuh dengan debu atau kotoran udara.
13. Keadaan
tali kipas longgar atau slip.
14. Ventilator/kipas
angina terletak terlalu jauh pada radiator.
15. Pemasangan
kipas angina terbalik.
16. Pemasangan
thermostat terpasang terbalik.
17. Kipas
dari ventilator bengkok.
18. Pompa
air terlepas dari porosnya.
19. Rusuk-rusuk
dari pompa air terlepas dari sumbunya.
20. Bocor
pada sistem pendinginan.
21. Gas
bekas memasuki sistem pendinginan.
22. Putaran
motor tidak rata.
23. Motor
tidak mendapat cukup pelumasan
Sistem Pendingin Udara
Sistem pendingin udara lebih sedikit digunakan oleh perancang motor bila
dibandingkan dengan sistem pendingin air. Keburukan dari pendinginan udara ini
antara lain adalah suara motor menjadi keras akibat pemasangan komponen
pendinginan dan tidak menggunakan peredam
suara serta penggunaan tenaga oleh kipas pendingin antara 10% sampai 15% dari
tenaga motor. Sedangkan keuntungan pendinginan udara antara lain adalah
silindernya cepat menjadi panas, bahan bakarnya hemat dan keausan silinder
berkurang, serta tidak ada bahaya kerusakan karena membeku.
Kipas pendinginan dipasang langsung pada poros engkol. Rumah kipas
menyelubungi kipas dan rumah penyekat suara sekeliling silinder-silinder dan
kepala silinder menghantar udara mengalir dalam cara yang serasi melalui komponen-komponen
motor yang panas. Sebagian dari udara pendinginan dituntun dari kipas melalui
sebuah jaket sekitar peredam untuk tujuan pemanasan ruang penumpang. Gambar 3.5
berikut adalah sirkulasi pendingin udara pada sebuah motor.
Gambar
3.5
Sirkulasi
Pendingin Udara
Cara pemeriksaan ganggguan pada sistem pendingin udara serta
perbaikkannya adalah sebagai berikut : apabila
motor indikator menunjukkan panasnya naik, periksa sirkulasi udara pendingin apakah berjalan
dengan baik atau tidak, blower ( kipas) periksa adalah kerusakan atau tidak,
penggerak kipas apakah putus, apakah ada kebocoran udara pendingin kebagian
lain.
Cara perbaikannya apabila
gangguan-gangguan sepertti tersebut diatas adalah sebagai berikut : penggerak
kipas ( fan belt ) diganti, bagian–bagian
yang mungkin ada kebocoran udara pendingin diatasi dengan mengganti gasket yang
sudah rusak .
RANGKUMAN
Sistem pendingin pada sebuah motor atau mesin sangat diperlukan sebab
tanpa pendingin, sebuah motor tidak mungkin dijalankan atau dihidupkan. Hal ini
disebabkan karena pembakaran yang terus-menerus akan menimbulkan panas yang
tinggi, sehingga diperlukan sistem yang bisa mengembalikan suhu agar tidak
terlalu panas. Sistem pendinginan pada motor ada 2 macam, yaitu sistem
pendingin air dan sistem pendingin udara. Namun sistem pendingin yang sering
digunakan adalah sistem pendingin air.
Sistem pendinginan ini harus selalu dalam keadaan bersih agar dapat
berfungsi dengan baik. Kerak pada sistem pendinginan akan menampung panas
setempat pada kantong-kantong air dan menyumbat bagian-bagian radiator sehingga
tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
SOAL-SOAL
LATIHAN
1.
Jelaskan bagaimana sirkulasi sistem pendingin air pada
sebuah motor penggerak mobil !
2.
Terangkan sistem pendingin motor pada sebuah sepeda
motor !
3.
Jelaskan bagaimana cara memeriksa gangguan pada sistem
instalasi pendingin yang saudara ketahui !
4.
Apa yang dapat saudara lakukan apabila air pendingin
pada sebuah mobil selalu berkurang sehingga harus sering menambah !
5.
Apakah fungsi dari radiator ?
6.
Jelaskan fungsi dari thermostat !
7.
Sebutkan jenis-jenis thermostat yang saudara ketahui !
Dan jelaskan masing-masing jenis thermostat tersebut secara singkat !
8.
Terangkan bagaimana cara kerja thermostat !
9.
Jelaskan apakah fungsi dari pompa air !
10.
Terangkan bagaimana sistem pendingin udara pada sebuah
sepeda motor !
11.
Apakah keuntungan dan kerugian dari sistem pendingin
air bila dibandingkan dengan sistem pendingin udara !
Subscribe to:
Posts (Atom)